July 3, 2022

Infotopbola

Situs Agen Prediksi Bola Piala Dunia Terbaik dan Terpercaya

Romelu Lukaku Korban Kutukan Nomor Sembilan yang Terbaru di Chelsea, Siapa Berikutnya?

4 min read
Gilabola.com


Infotopbola.Piala Dunia – Romelu Lukaku jadi korban terakhir jersey kutukan Chelsea bernomor punggung sembilan setelah Gonzalo Higuain, Alvaro Morata dan Fernando Torres. Apakah akan ada yang berikutnya?

Saat Tammy Abraham tinggalkan the Blues dan pindah ke Roma, nomor punggung terkenal yang telah menelan banyak korban penyerang papan atas dunia di Stamford Bridge itu tersedia untuk diperebutkan.

Nomor itu kemudian diambil Romelu Lukaku dengan suka-cita, setelah ia kembali ke Chelsea dengan ongkos sekitar Rp 1,8 Triliun. Banyak hal besar yang diharapkan dari kembalinya pemain internasional Belgia itu ke London Barat.

Namun, sama seperti pendahulunya, penyerang tinggi besar itupun gagal. Di semua kompetisi, Lukaku mengoleksi jumlah gol yang sangat mengecewakan, yakni 15 gol dalam 44 pertandingan.

Romelu Lukaku sekarang akhirnya dibebaskan dari derita yang dirasakannya di Stamford Bridge dan dikirim kembali ke Inter Milan sebagai pemain pinjaman, walaupun klub lamanya tersebut tak memiliki kewajiban untuk membelinya di akhir masa peminjaman.

Berikut ini pemain yang pernah terkena ‘kutukan’ jersey nomor sembilan di Chelsea sebelum Lukaku, seperti dilansir SunSport:

CHRIS SUTTON, 1999/2000
Pada tahun 1999, Sutton pindah ke London Barat dari Blackburn. Dia terkenal di Norwich, kemudian memenangkan gelar bersama Blackburn. Namun – sama seperti yang dialami Romelu Lukaku, prestasinya juga anjlok di Chelsea, di mana ia hanya berhasil mencetak satu gol dalam 39 pertandingan yang dimainkannya.

Sutton akhirnya dijual ke Celtic di musim berikutnya, di mana ia kembali temukan performa terbaiknya di klub tersebut.

MATEJA KEZMAN, 2004/05
Ini menjadi musim pertama bagi Chelsea memenangkan gelar juara Liga Premier mereka, tapi itu bukan berkat penyerang Serbia tersebut. Sejatinya, Kezman mendapat tugas berat menggantikan Jimmy Floyd Hasselbaink, saat ia datang dari PSV.

Sayangnya, setelah berjaya di Liga Belanda, ia gagal mengulangnya bersama The Blues. Kezman hanya mencetak empat gol dalam 25 pertandingan, sebelum akhirnya dijual ke Atletico Madrid.

KHALID BOULAHROUZ, 2006/07
Barangkali Chelsea sedang mencoba untuk mematahkan kutukan itu, atau mengurangi tekanan pada striker mereka. Namun pada tahun 2006, mereka memberikan bek asal Belanda, Boulahrouz, jersey bernomor punggung sembilan, sejak pemain itu datang dari Sv Hamburg.

Namun pemain yang dijuluki ‘Si Kanibal’ itu malah gagal ‘menyingkirkan’ John Terry dan Ricardo Carvalho.

Cedera tidak membantunya, dan dia hanya bermain dalam 20 pertandingan, sebelum akhirnya dipinjamkan ke Sevilla.

STEVE SIDWELL, 2007/08
Mantan peserta latihan Arsenal ini secara mengejutkan direkrut the Blues. Setelah empat tahun bermain menawan di Reading, dia kemudian disambar Jose Mourinho dengan status bebas transfer.

Michael Essien dan Frank Lampard yang menjadi pasangan maut di lini tengah di bawah asuihan the Special One. Akibatnya, Sidwell hanya bermain dalam 25 pertandingan sebelum akhirnya dijual ke Aston Villa. Jersey bernomor punggung sembilan itupun kembali tersedia untuk diperebutkan.

FRANCO DI SANTO, 2008/09
Pemain muda asal Argentina ini menjadi pemain berikutnya yang dapatkan jersey bernomor sembilan yang sebelumnya dikenakan Sidwell. Datang dari klub Chile, Audax Italiano, penyerang tengah ini benar-benar tak bisa tunjukkan permainan terbaiknya di Chelsea.

Di Santo bermain dalam 16 pertandingan – sebagian besar bahkan hanya menjadi pemain pengganti, tapi tak pernah mencetak gol. Di Santo akhirnya dijual ke Wigan – hanya satu musim setelah ia jalani masa peminjaman yang mengecewakan di Blackburn.

FERNANDO TORRES, 2011/15
Suporter Chelsea berpendapat golnya ke gawang Barcelona dalam laga di Camp Nou yang membawa The Blues ke final Liga Champions tahun 2012, sepadan dengan nilai transfernya sebesar 50 Juta Poundsterling.

Namun karena beberapa alasan, legenda Spanyol itu tak pernah benar-benar pas dengan jersey Chelsea.

Hal itu bukan karena sepak bola Inggris yang membuatnya harus berjuang ekstra, karena sebelumnya ia membela Liverpool selama empat tahun. Di klub Merseyside itu pula, Torres sukses bukukan 81 gol dalam 142 laga. Namun, 45 gol dalam 172 pertandingan yang dimainkannya untuk The Blues menjadi hasil buruk bagi El Nino.

RADAMEL FALCAO, 2015/16
Setelah jalani karir yang mengecewakan di Manchester United, Chelsea tahu mereka benar-benar bertaruh saat putuskan untuk memboyong Falcao ketika itu.

Pemain Kolombia itu datang dengan status pinjaman dari Monaco pada tahun 2015, dan memiliki opsi permanen di akhir masa peminjamannya. Hasilnya, bisa ditebak, Falcao mengulang nasib sialnya di MU dan harus berjuang atasi masalah kebugaran yang dialaminya, hingga ia hanya bermain dalam 12 pertandingan. Parahnya lagi, Falcao hanya berhasil mencetak satu gol!

ALVARO MORATA, 2017/18
The Blues kembali harus merogoh kocek dalam-dalam saat datangkan striker Spanyol yang satu ini pada tahun 2017.

Banyak hal yang diharapkan dari mantan bintang Real Madrid tersebut, yang berhasil mencetak 15 gol di musim perdananya.

Morata bahkan mencoba untuk menukar nomor punggungnya dari sembilan menjadi 29, tapi semuanya malah berjalan lebih buruk di musim keduanya bersama The Blues, karena Mirata hanya berhasil mencetak lima gol di Liga Premier. Hingga akhirnya, Morata kembali ke La Liga bersama Atletico Madrid pada tahun 2019.

GONZALO HIGUAIN, 2019
Pemain ini menjadi mimpi pelatih Maurizio Sarri saat itu, dan seorang striker – yang menurutnya, dia tahu betul bagaimana dapatkan penampilan terbaiknya, setelah mengasuh pemain Argentina tersebut dengan cukup sukses di Napoli.

Namun, Higuain yang mencetak 91 gol dalam 146 pertandingan di klub kota Naples itu selama tiga tahun, tak semoncer itu di Inggris. Higuain hadapi masalah kebugaran dan kecepatannya di lapangan pun berangsur pupus.

Meskipun mencetak brace di pertandingan ketiganya melawan Huddersfield, dia tak bisa mengulang prestasi yang dibukukannya di Serie A. Enam bulan, 19 pertandingan dan lima gol, dia kemudian kembali ke Juventus. Ironisnya, dia kembali dilatih Sarri di klub tersebut.

Berita SebelumnyaLAWAN NEGARA SENDIRI DI PIALA DUNIA, Tak Punya Rasa Nasionalisme dan Pilih Bela Negara Lain!



Infotopbola

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Copyright © INFOTOPBOLA All rights reserved. | Newsphere by AF themes.