by

Frank Lampard Melarang Istrinya Mengadakan Pesta

Pelatih Chelsea, Frank Lampard, melarang istrinya, Christine, untuk mengadakan makan malam dan pesta setelah pertandingan dikarenakan ini akan amat memalukan terkecuali timnya kalah.

Melatih salah satu klub terbesar di Liga Inggris, yakni Chelsea, berikan beban tersendiri di pundak Frank Lampard. Pasalnya, pelatih 42 th. itu sudah menggelontorkan 217 juta atau Rp4,05 trilun untuk belanja pemain yang mesti dia wujudkan didalam sebuah trofi dan gelar di akhir musim.

Hal ini pun rupanya berdampak terhadap kegiatan sosial dirinya dan keluarganya. Sampai-sampai dia mulai cemas akan menyebabkan kerusakan nama baik keluarganya andaikata dia gagal mengawal The Blues menuai kemenangan di pertandingan.

Inilah yang lantas menyebabkan mantan pencetak gol terbanyak sepanjang jaman Chelsea, dengan 211 gol, itu tidak memperbolehkan istrinya sering-sering menggelar pesta di rumah, lebih-lebih setelah pertandingan klubnya.

berita bola terbaik

Frank Lampard Melarang Istrinya Jika Chelsea Kalah

“Kami tidak diizinkan mengadakan makan malam atau acara kumpul-kumpul apa pun setelah pertandingan untuk mengantisipasi hal terburuk, dikarenakan terkecuali kita kalah, aku akan jadi mimpi buruk,” ujar Lampard dilansir berasal dari berita bola terbaik.

“Saat menjalani satu th. di media, di mana aku merasakan tersedia penurunan berasal dari tekanan selagi aku bermain dan tekanan yang aku alami sekarang. Seperti yang dikontarkan Christine, aku adalah Frank Lampard yang jauh lebih baik, lebih ringan dan lebih santai,” lanjutnya.

Lebih lanjut, pelatih berkebangsaan Inggris itu termasuk mengutarakan betapa sulitnya jadi seorang pelatih, lebih-lebih lebih susah daripada kala dia masih jadi seorang pesepak bola.

“Seorang  pemain sepak bola adalah gelembung keegoisan hingga taraf tertentu dan memiliki tingkat emosi yang tinggi. Fakta dan realita yang aku sadari saat ini jauh lebih susah daripada bermain didalam hal konsumsinya,” ungkap Lampard.

“Kehidupan seorang manajer adalah 25 orang didalam skuad, staf didalam pembentukannya, masalah-masalah dengan departemen-departemen yang berbeda. Ini amat jauh berasal dari dunia sepak bola.”

“Seorang pelatih pasti mendapatkan kurang lebih 50 kasus sehari. Ini jauh lebih melelahkan, tetapi aku amat menyukainya dan tidak sanggup hidup tanpa hal tersebut.” tutup Lampard.

Lampard merasakan pengalaman pertamanya dengan Derby County terhadap th. 2018. Ia mempunyai The Rams finis di peringkat keenam di Championship di musim pertamanya di Pride Park.

Kemudian terhadap musim panas 2019, dia kembali ke Chelsea  sebagai manajer dengan kontrak tiga tahun. Pencapaian pertama di musim debutnya adalah menolong Chelsea finish di peringkat keempat Liga Inggris 2019-2020.

Chelsea akan kembali melanjutkan turnamen Liga Inggris 2020-2021 dengan saat menghadapi Newcastle United pada hari Sabtu (21/11/20) malam hari WIB.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler